Ilmu Komputer Unud dan Teknik Industri UI Wakili 25 PTN dan PTS Se-Indonesia

PERGURUAN tinggi harus mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna lulusan seperti pemerintahan dan industri. Untuk itu perguruan tinggi hendaknya mengubah paradigma pendidikan tinggi agar kompetensi sarjana yang diluluskan mamenuhi kompetensi kemampuan yang dibutuhkan oleh stakeholder, sehingga bisa diserap oleh pasar kerja. Sudah barang tentu untuk mencapai hal tersebut, perguruan tinggi harus selalu mengarahkan kurikulum secara fleksibel disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan stakeholder.

Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unud Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si. mengatakan, dengan mengarahkan kurikulum agar sesuai dengan kompetensi stakeholder saja belumlah cukup. Mengapa? Karena banyaknya keterbatasan dalam penyusunan kurikulum di PTN maupun PTS, sementara kebutuhan kompetensi stakeholder berkembang sangat pesat.

Untuk itu, perguruan tinggi semestinya mulai memikirkan bagaimana cara menambah skill mahasiswa tanpa menambah beban SKS yang harus ditempuh. Hal ini bisa dilakukan dengan tambahan sertifikasi profesional dari universitas atau akademi bertaraf internasional.

Jurusan Ilmu Komputer yang mengelola Program Studi Teknik Informatika di Unud, di samping mendidik mahasiswa berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi juga akan membekali berbagai kemampuan dengan bersertifikat internasional seperti Oracle Certificate Profesional maupun Sisco Regional and International Certificate kerja sama dengan Oracle Academy dan Sisco Academy.

Ilmu Komputer Unud telah menandatangani MoU kerja sama dengan Oracle Academy 8 April 2008 dan bersama-sama Teknik Industri Universitas Indonesia (UI) mewakili 25 PTN dan PTS di Indonesia pada acara Oracle Academy Signing Ceremony yang diadakan di Hotel Darmawangsa Jakarta pada 18 Februari 2009.

Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si. juga mengatakan, Jurusan Ilmu Komputer Unud dalam waktu dekat juga akan menandatangani MoU dengan Sisco Academy guna meningkatkan hard skill dan soft skill setiap mahasiswa.

Di samping itu, menurut Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si., penandatanganan MoU tidak akan memberikan nilai positif kalau institusi tidak mengimplementasikan langsung dalam proses pendidikan.

Untuk itu, Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unud menyediakan laboratorium khusus menunjang training dan pelatihan Oracle Database Technology serta meningkatkan kemampuan dosen dalam penguasaan oracle dengan mengirim dosen untuk mengikuti Training of Trainer di Oracle Academy.

Jurusan Ilmu Komputer Unud juga telah bekerja sama dengan PT Dwi Tunggal Putra Jakarta, salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang Network Access Point, penyedia VSAT Network dan Data Center sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kerja praktik dan training selama tiga bulan serta perusahaan multinasional lain dan berbagai instansi pemerintah. (r/*)

Bali Post Kamis, 26 Februari 2009